12.22.2020
Cinderamata

Cukin adalah sebutan orang Betawi (dari bahasa Cina) untuk selembar kain yang diselempangkan di bahu atau di leher atau di dada, awalnya khusus bagi laki-laki. Cukin dalam budaya Betawi memiliki bermacam fungsi, apabila dipakai jagoan atau mu’alim dapat digunakan untuk merampas golok dari lawan. 

Di samping itu juga cukin yang kini lazim disebut syal atau pasmina atau scarf, berupa kain yang dilipat dan menggantung di leher di mana ujungnya menjuntai di dada berfungsi seperti syal yang dipakai orang Belanda. Kain itu dapat juga disangkutkan menggantung di leher depan dan menjuntai di punggung. Tapi ada yang dililit di leher yang kedua ujungnya jatuh di tempat berbeda, satu di punggung dan satu di dada.

Selendang yang panjangnya kurang dari satu meter ini juga dipakai oleh para penari cokek untuk menggaet pasangannya.

Cukin umumnya terbuat dari kain batik dan acapkali digunakan sebagai selendang panjang untuk menggendong bayi.

Kini cukin digunakan di berbagai perhelatan dalam budaya Betawi oleh kaum pria dalam satu paket busana khas Betawi, ‘sadariah’, yakni baju koko dan celana komprang.


 

Sumber:

https://jakarta.go.id/artikel/konten/793/cukin

https://znews.id/2020/06/23/sadariah-pakaian-adat-ikon-budaya-betawi/

https://jakarta.go.id/artikel/konten/726/cokek-tari


Batik Betawi, Proyeksi Budaya Ibukota