Perancangan Animasi 3d Transformasi Sejarah Perkembangan Kota Jakarta
12.29.2020
Seni Media

 


Karya ini masuk kedalam pameran SSN- Sharing Screening Networking ” Pameran Tugas Akhir Mahasiswa Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni Rupa IKJ”

Detail Karya Mahasiswa:

Pembimbing I :  FX Catur Satria Aji W.M.Sn

Pembimbing II : M. Thariq Hibatul Haqqi S.Sn

 


 

Deskripsi Karya

Latar Belakang Masalah

Jakarta merupakan ibukota dan kota terbesar di negara republik indonesia, merupakan pusat ekonomi, politik, dan budaya diisi dengan berbagai macam keberagaman sejarah dan kebudayaan. Jakarta dahulu terletak di muara Sungai Ciliwung, daerah itu telah lama ditinggali pemukiman manusia sampai abad ke-4 berkembang menjadi pemukiman dan pelabuhan Hindu. Jakarta telah dikenal dengan beberapa nama diantaranya Sunda Kelapa (397-1527), Jayakarta, Djajakarta atau Jacatra (1527-1619), Batavia (1619-1942), Djakarta (1942-1945) atau Jakarta (1942-Sekarang) Pembahasan tentang sejarah suatu daerah biasanya hanya melalui media bacaan (buku, jurnal, artikel) dan museum, jarang yang membahasnya melalui media visual (Animasi). Masyarakat pada saat ini cenderung menerima informasi secara visual sehingga memungkinkan mereka lebih mudah memahami pesan yang disampaikan dalam proses pembelajarannya sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat untuk mencari tahu lebih dalam tentang apa yang sudah dipaparkan dan meningkatkan pengetahuan sejarah yang ada di Indonesia khususnya di Jakarta.

Solusi

Konten dan visual dalam animasi membantu memahami dan mengingat informasi lebih cepat. Dengan visual pemodelan yang lebih realistis sehingga, menghasilkan komposisi yang nyaman secara visual untuk belajar dan meningkatkan efisiensi dalam proses pendidikan sejarah. Dengan kelebihannyaanimasi 3 dimensi memiliki peluang untuk menjadikan media yang baru dalam bidang pendidikan sebagai media pembelajaran sejarah dengan mengangkat cerita yang dapat merepresentasikan transformasi sejarah perkembangan kota

Konsep Perancangan

Gagasan khusus dalam perancangan karya ini adalah untuk mengangkat kilasan transformasi sejarah kota Jakarta kedalam animasi 3. dimensi dan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang sejarah yang dipaparkan. Secara visual animasi 3 dimensi dirancang dengan menggunakan asset karakter, bangunan, dan property yang realistis serta, compositingnya menggunakan effect toon shader yang diharapkan dapat menggambarkan kejadian yang sebenarnya dan stylenya dapat diterima semua kalangan. Sesuai dengan namanya effect nya, toon shader menghasilkan bentukan style yang flat dengan garis tepi serta gradasi warna bayangan dari pecahayaan yang membloking setiap objek (karakter, aset dan texture) sehingga mengubahnya menjadi konsep style kartun yang mencampurkan diffuse, ambient dan specular warna dari setiap objek kemudian mengubahnya menjadi tiga level warna light, midtone dan shade. Di dalam animasi 3 dimensi ini menampilkan secara singkat kilasan penting dari sejarah berdasarkan waktu terjadinya dengan tujuan menampilkan adegan yang dapat memvisualisasikan transisi dari nama Jakarta.

Proses Perancangan

Pra Produksi

Penyusunan riset data dan observasi

  • Data Premier

1) Observasi

Pengumpulan data dengan cara terjun langsung ke lapangan atau pihak yang terkait (Sejarahwan) dengan tujuan untuk mendapatkan data secara sistematis terhadap objek yang diteliti untuk mendapatkan data original (asli) dan mengetahui keadaan di tempat yang di survey secara rinci. Penulis akan mengunjungi daerah Jakarta Utara tempat awal pemerintahan di Jakarta untuk melihat secara langsung keadaan lingkungan dan mencatat hal-hal yang dianggap penting.

2) Wawancara

Interview atau wawancara dilakukan pengumpulan data dengan cara secara tidak langsung memalui literatur buku-buku dan riset yang sudah ada dan ditulis oleh penulis buku dari narasumber (Sejarawan, Dosen Sejarah maupun petugas yang terkait), yang kemudian jawaban tersebut ditulis sehingga mendapatkan informasi dan data yang akurat.

3) Kuesioner

Menyebarkan kuesioner melalui media cetak atau online (GoogleDocs), dengan target audience Umum dengan usia 16 – 35 Tahunpelajar maupun sudah bekerja. Tujuan disebarkannya kuesioner adalah mengumpulkan data informasi untuk mengetahui keadaan atau data seseorang, pengalaman, dan pengetahuan yang diajukan kepada responder berupa pertanyaan dan pernyataan yang sudah dibuat.

  • Data Sekunder

1) Penelitian Pustaka, sebagai referensi dari sumber-sumber yang memuat informasi mengenai topik perancangan dan landasan teori yang digunakan. Sumber-sumber dapat berupa buku, artikel, media massa, dan literatur lain yang berkaitan dengan topik perancangan.

2) Studi Dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data secara langsung maupun online berupa foto dan lukisan untuk mendapatkan fakta yang akurat sehingga dapat dijadikan acuan dalam mendesain modeling animasi 3D.

Kerangka Penciptaan

Gambaran umum metode yang digunakan dalam tahapan penciptaan karya adalah sebagai berikut: Narasi Narasi dibutuhkan untuk menjelaskan kepada audience tentang kilasan sejarah, sehingga dapat mempermudah dalam memahami visual dari animasi nya.

Narasi

Narasi dibutuhkan untuk menjelaskan kepada audience tentang kilasan sejarah, sehingga dapat mempermudah dalam memahami visual dari animasi nya.

Storyline

Setelah narasi dibuatkan storyline sehingga dapat mempermudah dalam memahami visual   yang menjadi panduan dalam pembuatan storyboard.

Storyboard

Setelah storyline dibuat dilanjutkan dengan proses pembuatan storyboard untuk menentukan tampilan kamera, scene, shot, angle, dan durasi yang menjadi panduan dalam pembuatan animasi.

Animatik

Setelah selesai dengan proses pembuatan storyboard selanjutnya dibuat simulasi animasi yang disinkronkan dengan suara, musik, durasi, revisi, sehingga menjadi panduan dalam pembuatan animasinya

Produksi

Membangun Karakter

Karakter dalam video animasi dibuat dengan visual 3 dimensi yang serealistis mungkin dengan menggunakan referensi foto atau lukisan dari tokoh, sehingga dapat mewakili keadaan yang sebenarnya terjadi dari tokoh-tokoh yang berperan penting dalam sejarah.

Membangun aset Properti

Properti dibuat dengan polygon yang seminimal mungkin dengan tujuan agar tidak terlalu berat pada saat animate aset beserta karakternya, karena didalam sebuah scene tidak hanya satu properti saja.

Modelling

Sebelum memulai modelling, perlu adanya acuan bentuk sesungguhnya dari aset-aset yang akan dibentuk kedalam model 3 dimensi. Visual referensi berupa foto, lukisan, maupun blueprint dari aset diperlukan sebagai referensinya, sehingga bentuknya dapat sesuai dengan visual dari storyboard.

Texturing

Pemberian texture pada objek 3 dimensi dilakukan dengan dua cara antara lain pertama, dengan menaruh diffuse warna atau texture seamless dari foto yang sudah ada dan kedua adalah dengan pembuatan texture secara manual dengan mengeditnya dari base color diberikan warna lain kemudian diberi shading dan lighting sesuai dengan objeknya.

Compositing Aset

Scene terbentuk dari kumpulan aset dan karakter dengan komposisinya tersendiri, sehingga menjadi satu lingkungan. IClone dipilih dalam pembuatan animasinya selain mudah digunakan juga beberapa fitur dan preset yang ada bisa mempercepat proses pengerjaan animasi.

Animating

Dalam tahapan animating aset karakter digerakkan sesuai dengan scene dari storyboard dengan perbaikan visual dan komposisi dari asetnya. Proses Pengerjaan, dilakukan dengan menggerakkan bagian tubuh dari karakter dengan motion layer dari frame satu ke yang lainnya kemudian diikuti dengan pergerakan karakter lain, diusahakan tidak ada tumpang tindih gerakannya agar mata tidak bingung dalam melihat karakter mana yang akan gerak. Selanjutnya adalah beri effect fog dan particle yang pergerakannya sesuai dengan gravitasi dan arah angin. Tahapan terakhir adalah pemberian kamera dan pergerakannya yang sudah direncanakan dari awal terbentuknya scene.

Rendering

Rendering merupakan hasil paling akhir dari scene animasi yang sudah dianimating sehingga menjadi sebuah potongan video. IClone menggunakan konsep animating secara realtime jadi pada saat render tidak banyak pilihan menu effectnya.

Pasca-Produksi

Proses Pasca-produksi merupakan tahapan terakhir dari proses pembuatan animasi dengan bertujuan menyempurnakan hasil akhir animasi.

Compositing Scene

Scene animasi yang sudah selesai dirender, kemudian masuk ke software adobe premiere untuk digabungkan menjadi animasi yang utuh, kemudian diberi kan transisi maupun menggunakan masking.

Audio Mastering

Backsound music, voice over dan sound effect dimixing dengan video dan disamakan dalam setiap scene, kemudian audio disempurnakan dipisahkan dari ketiga itu berdasarkan skala prioritas dengan mengatur kekuatan dan frekuensi agar tidak ada benturan antar suara.

Color Grading

Penyamaan dalam warna dalam setiap scene dilakukan sesuai dengan tempat dan peristiwa yang terjadi sehingga moodnya dapat tersampaikan.

Final Render

Setelah semua proses animasi sudah selesai dan sempurna selanjutnya adalah final check agar tidak ada hal yang terlewatkan, kemudian render hasil akhirnya dengan menggunakan format video yang dipilih sesuai kebutuhan.


DAFTAR PUSTAKA

 

Abeyasekere, Susan. 1989. Jakarta: A History. Inggris: Oxford UP Ali, Mohamad, Raden. 1969. Djakarta Through the Ages. Jakarta: Pemerintah Kota Jakarta

Ayatrohaedi. 2005. Sundakala: cuplikan sejarah Sunda berdasarkan naskah- naskah “Panitia Wangsakerta” Cirebon. Bandung: Dunia Pustaka Jaya

Beane, Andy. 2012. 3D Animation Essentials. Indiana: John Wiley & Sons.

Blusse, Leonard. 1980. An Insane Administration and Insanitary Town: The Dutch

East India Company and Batavia (1619–1799). Netherland.

BPS. 2008. Jakarta Dalam Angka – Jakarta in Figures – 2008. Jakarta: BPS –Provinsi DKI Jakarta.

Brown, Colin. 2003. A Short History of Indonesia: The Unlikely Nation? Australia:Allen & Unwin.

Challis, Roland. 2001. Shadow of a Revolution: Indonesia and the Generals. UK:Sutton Publishing,

Chong, Andrew. 2008. Digital Animation. Singapura: AVA Publishing

Cribb, Robert. 1986. “Administrative competition in the Indonesian revolution: the

dual government of Jakarta.”. Australia: The Australian National University.

De Jong, J.J.P. 1998. De waaier van het fortuin: van handelscompagnie tot koloniaal imperium: de Nederlanders in Azië en de Indonesische archipel. nNetherland.

De Vries J, van der Woude A. 1997. The First Modern Economy. Success, Failure, and Perseverance of the Dutch Economy, 1500–1815. UK: Cambridge University Press.

Drakeley, Steven. 2005 The History of Indonesia. US: Greenwood,

Gunawan, Bambi Bambang. 2013. NGANIMASI bersama mas Be!. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Jessup, John E. 1989. A Chronology of Conflict and Resolution, 1945-1985. New York: Greenwood Press

Kahin, Audrey. 1999. Rebellion to Integration: West Sumatra and the Indonesian Polity. Amsterdam: Amsterdam University Press.

Liebenberg, Elri; Demhardt, Imre. 2012. History of Cartography: International Symposium of the ICA Commission, 2010. Heidelberg: Springer

Merrillees, Scott. 2015. Jakarta: Portraits of a Capital 1950-1980. Jakarta: Equinox Publishing.

Moehkardi. 2019. Bunga Rampai Sejarah Indonesia: dari Borobudur hingga Revolusi Nasional. Yogyakarta: UGM Press

Prakoso, Gatot. 2010. Animasi Pengetahuan Dasar Film Animasi Indonesia. Jakarta: Institut Kesenian Jakarta.

Prijanto. 2013. Andaikan Aku atau Anda, Gubernur Kepala Daerah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Ricklefs, Merle Calvin. 2008. A History of Modern Indonesia Since c.1200, Stanford: Stanford University Press.

Schoppert, Peter; Damais, Soedarmadji & Sosrowardoyo, Tara. 1998. Java Style, Tokyo: Tuttle Publishing.

Schumer, Gary dkk. 2008. Ideas for the Animated Short – Finding and Building Stories. USA: Focal Press.

Setiono, Benny G. 2008. Tionghoa Dalam Pusaran Politik. Jakarta: TransMedia

Silver, Christopher. 2007. Planning the Megacity: Jakarta in the Twentieth Century – Planning, History and Environment Series. Routledge.

Siregar, Sandi. 1998. “The Architecture of Modern Indonesian Cities”. In Tjahjono, Gunawan (ed.). Indonesian Heritage-Architecture. 6. Singapore: Archipelago Press.

Silver, Christopher. 2007. Planning the Megacity: Jakarta in the Twentieth Century – Planning, History and Environment Series. London: Routledge.

Soekirno, Ade. 1995. Pangeran Jayakarta: perintis Jakarta lewat sejarah Sunda Kelapa. Jakarta: Grasindo

Soekmono, R. 2002. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Taylor, Jean Gelman. 2013. Global Indonesia. London: Routledge.

Thomas, Frank. 1981. Disney Animation: The Illusion of Life. USA: Abbeville Press

Vickers, Adrian. 2005. A History of Modern Indonesia. Inggris: Cambridge UP Waskito. 2018. Pertanahan, Agraria, dan Tata Ruang. Jakarta: Kencana

Witton, Patrick. 2003. Indonesia. Melbourne: Lonely Planet. Winder, Catherine dkk. 2001. Producing Animation. USA: Focal Press

Zahorka, Herwig. 2007. The Sunda Kingdom of West Java From Tarumanagara to Pakuan Pajajaran with the Royal Center of Bogor. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka.

 

Sumber:

Perancangan Animasi 3d Transformasisejarah Perkembangan Kota Jakarta