Skripsi mengenai Budaya Betawi
Lambara Dimas A
Skripsi mengenai Budaya Betawi
Penerbit: Prodi Etnomusikologi, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Kesenian Jakarta
Tahun Terbit: 2018
Penerbit: Cetak, tersimpan di Perpustakaan Fakultas Seni Pertunjukan

Judul: Samrah Betawi Dalam Upacara Malam Mangkat, Studi Kasus Sanggar Pelangi Di Wilayah Condet Jakarta Timur

 

Abstrak

Kesenian Musik Samrah Betawi” Musik Samrah, atau sebutlah Orkes Samrah, pada dasarnya adalah sebuah produk budaya dari beragam etnis di Betawi, yang antara lain terdiri dari gabungan budaya Betawi, Arab, Melayu, dan India. Sambrah di Betawi bukan hanya mengacu pada  musik saja, namun juga ada sebutan tari samrah dan tonil samrah.

Salah satu kesenian yang sudah hampir punah di Betawi, di DKI Jakarta musik Samrah ini sudah jarang dan langka, hanya beberapa orang saja yang masih bertahan sampai sekarang untuk meningkatkan dan melestarikan musik Samrah ini. Menurut Ensiklopedia Indonesia yang di terbitkan oleh Department Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1977, Samrah adalah ansambel musik yang berkembang di kalangan masyarakat Betawi dan di daerah- daerah lain yang banyak menyerap kebudayaan Melayu seperti di daerah Jakarta Pusat, Tanah Abang, Petojo, Kwitang, dan Paseban. Dahulu musik ini sering di temui di acara malam-malam mangkat hajatan orang Betawi dan di malam Maulid Nabi.

Di Jakarta, Sanggar Pelangi adalah salah satu group yang masih eksis melestarikan musik Samrah Betawi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sejarah musik Samrah Betawi, bagaimana peranan musik Samrah Betawi dalam upacara malam mangkat, apakah musik Samrah masih eksis sampai saat ini, alat-alat musiknya bagaimana struktur melodi, pola ritem, dan bagaimana nyanyian lagu yang dibawakan, serta untuk menjadi suatu karya tulis dalam bentuk tulisan di program studi Etnomusikologi Institut Kesenian Jakarta.

Ujian S1 Prodi Etnomusikologi IKJ, skripsi hasil penelitian Samrah dalam budaya Betawi, karya Lambara Dimas