Website Budaya Betawi

IKJ berperan strategis membantu pemerintah, khususnya Pemda DKI Jakarta dalam pelayanan publik di bidang pendidikan, pengkajian dan pengembangan seni budaya secara umum, dan seni budaya Betawi (UU No 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan), sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam penyebarluasan informasi seputar seni budaya Betawi secara terintegrasi sebagai upaya meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia.

Betawi sebagai wujud budaya lokal di ibukota sebuah negara telah menjadi ikon tersendiri sejak masih bernama Batavia (1621-1942). Ciri khas penduduk urban di masa itu yang kemudian melahirkan sebuah kebudayaan baru. Kota Batavia telah lama menjadi sebuah titik kumpul bangsa-bangsa di berbagai benua, tak hanya Nusantara. Nama yang diberikan oleh VOC Vereenigde Oostindische Compagnie (1602-1799) ini mengubah nama asalnya Jayakarta sebagai kawasan dermaga terbesar di Kerajaan Sunda saat itu.

Setelah Hindia Belanda takluk oleh Jepang, nama kota pun kembali asal menjadi Ja(ya)karta. Hal inilah yang membuat Jakarta tetap khas saat berstatus sebagai Daerah Khusus Ibukota (DKI). Keberadaan masyarakat Betawi berikut budayanya yang unik khas urban menjadi pengaruh bagi seluruh masyarakat Indonesia. Ini pula yang patut dipertahankan sebagai sumber kekayaan khasanah warisan budaya dunia (UNESCO).

Situs budayabetawi.ikj.ac.id mengintegrasikan informasi dalam berbagai wujud seperti artikel singkat, foto, rekaman audio, dan rekaman video tentang segala aspek kebudayaan Betawi akan menjadi salah satu upaya mempertahankan warisan budaya Indonesia, bahkan dunia.

Situs ini dirancang seinteraktif mungkin dengan layout yang menarik dan memudahkan pengunjung untuk melakukan penelusuran materi yang dibutuhkan. Sebagai media interaktif, situs ini terbuka bagi para pengunjung untuk saling berkomunikasi, bertukar informasi dan bahkan mengunduh maupun mengunggah informasi dalam berbagai format (artikel, foto, video) untuk berbagai keperluan seperti pendidikan, penelitian, hingga pusat dokumentasi dengan memperhatikan kaidah dan etika (copyright). Melalui situs ini pula publik luas dapat mengikuti sesi-sesi workshop atau pun seminar melalui sistem daring (dalam jaringan) sebagaimana konsep-konsep tutorial berbasis webinar (web seminar).

Melalui tim redaksional di bawah supervisi para ahli dan periset bidang seni dan kebudayaan, para pengunjung situs akan memperoleh bantuan semaksimal mungkin dalam perolehan data dan berbagai informasi seputar budaya Betawi.

Peran Institut Kesenian Jakarta (IKJ)

Institut Kesenian Jakarta sebagai lembaga pendidikan tinggi seni di Jakarta yang mengajarkan dan mengkaji berbagai bidang seni memiliki misi untuk memberikan kontribusi dalam menggali, mengkaji dan mengembangkan seni budaya Betawi bagi kepentingan masyarakat dan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Sejak awal pembentukannya di tahun 1970, Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ) telah diposisikan oleh Gubernur Ali Sadikin (1966-1977) mendukung Pemerintah DKI Jakarta dalam membangun peradaban kota Jakarta menjadi sebuah kota metropolitan dan sekaligus sebagai ibu kota negara yang memiliki identitas seni budaya lokal. Institut Kesenian Jakarta berperan strategis membantu Pemda DKI Jakarta dalam pelayanan publik di bidang pendidikan, pengkajian dan pengembangan seni budaya secara umum, dan seni budaya Betawi pada khususnya. Hal ini pun sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo (2014-2019, 2019-2024).

 

UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan

UU Nomor 29 Tahun 2007 tentang Ibukota Pasal 26(6) mengenai Pelestarian Budaya Betawi

Perda No 4 Tahun 2015

 

Kontak

Gedung Rektorat IKJ Lt.3
Institut Kesenian Jakarta
Kompleks Taman Ismail Marzuki,
Jl.Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini,
Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, DKI
Jakarta 10330
Telp. +62 21 3924018
e-Mail : webbudayabetawi@ikj.ac.id
www.budayabetawi.ikj.ac.id