Ronggeng Betawi
11.27.2020
Tari

Ronggeng adalah sebutan bagi penari perempuan. Masyarakat Betawi mulai mengenalnya setelah kehadiran musik perkusi pengiring topeng blantek hingga gambang kromong muncul sekitar tahun 1700an, sebelum menjadi paket tetap dalam setiap tampilan seni pertunjukan khas Betawi di tahun 1920an. Tugas ronggeng adalah melantunkan ayat-ayat puitis saat mereka menari diiringi musik.

Tari Ronggeng dari Betawi.

Dahulu, tari kreasi ini memang menjadi pembuka pertunjukan Topeng Blantek yang biasa dipentaskan sebagai hiburan para tuan tanah kala itu. Seni teater rakyat ini menceritakan kehidupan masyarakat Betawi, yang dikemas dengan humor dan menjadi hiburan masyarakat kelas menengah hingga kebawah (secara sosio kultural dalam kelahirannya, pertunjukan seni topeng blantek lahir di pinggiran wilayah Betawi dulunya).

Sekitar 4-6 orang perempuan menarikan ronggeng Betawi ini. Mereka mengenakan kostum serba cerah, dihiasi payet dan manik-manik, lengkap dengan selendang. Warna-warna terang seperti kuning, hijau, merah, dan biru ini merupakan pengaruh dari kebudayaan Tionghoa. Pengaruh Tionghoa juga terlihat dari hiasan kepala para penari ronggeng, yang berbentuk seperti topi dengan buntut dan rumbai. 

Para penari melakukan gerakan tarian yang memiliki nama tersendiri. Ada gerakan rapat tindak, selancar tindak, puter goyang, geol, kewer kanan, dan gerakan lainnya. Untuk menarikan Ronggeng Blantek, sedikitnya ada sekitar 30 gerakan yang harus dihafal.

sumber : http://jakarta-tourism.go.id/

Sampai saat ini pementasannya masih dapat terlihat di acara kebudayaan Betawi dan penyambutan tamu. Selain itu, tarian yang ada sejak zaman penjajahan Belanda ini juga menjadi pelengkap pada pertunjukan seni Betawi lainnya, yakni Jipeng (Tanji dan Topeng) selain Lenong, sebagai sesama bagian dari turunan seni pertunjukan Topeng Blantek. Topeng Blantek sudah lebih dulu hadir di tengah-tengah masyarakat Betawi. Jauh sebelum kesenian tradisional Betawi ada seperti gambang kromong, lenong dan lain sebagainya dikenal masyarakat, topeng blantek sudah lebih dulu hadir di tengah-tengah masyarakat Betawi. (Asal-usul nama kesenian ini berasal dari dua suku kata, yaitu topeng dan blantek. Istilah topeng berasal dari bahasa Cina di zaman Dinasti Ming. Topeng asal kata dari to dan peng. To artinya ‘sandi’, dan peng artinya ‘wara’ (yang dikatakan), sehingga bila dijabarkan berarti sandiwara. Sedangkan kata blantek ada beberapa pendapat. Ada yang mengatakan berasal dari musik yang mengiringinya, yaitu satu rebana biang, dua rebana anak dan satu kecrek yang menghasilkan bunyi, blang blang tek).


 

Sumber
https://id.wikipedia.org/wiki/Ronggeng
https://merahputih.com/post/read/tari-ronggeng-blantek-hiburan-para-tuan-tanah
https://id.wikipedia.org/wiki/Anak_Naga_Beranak_Naga
https://jakarta-tourism.go.id/visit/blog/2018/02/tari-topeng-blantek